Marinir AS latih tentara Papua Nugini amankan pemilu

Tentara marinir Amerika Serikat sedang menggelar latihan/RNZI
Tentara marinir Amerika Serikat sedang menggelar latihan/RNZI

Port Moresby, Jubi Kurang lebih 100 tentara marinir Amerika Serikat diterjunkan untuk melatih tentara Papua Nugini (PNGDF) dalam persiapan mengamankan pemilu di negara itu. Selain pemilu, PNGDF sedang dipersiapkan untuk menghadapi pengamanan jalannya pertemuan tingkat tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada tahun 2018.

Surat kabar The National melaporkan bahwa kedua pasukan itu menggelar latihan bersama di Port Moresby selama akhir pekan lalu. Pelatihan berlangsung di barak militer, stasion Sir John Guise, hotel dan taman-taman.

Komandan Marinir AS, Bradley Coletti mengatakan bahwa pelatihan dan seluruh aktivitas itu untuk meningkatkan kerjasama antara Amerika Serikat dan Papua Nugini dalam menjaga keamanan di kawasan Asia-Pasifik yang maju dan stabil.

Selama pelatihan berlangsung, tentara Papua Nugini juga membuka pos pemeriksaan kendaraan, menghentikan pengendara mencurigakan, dan mencari kendaraan pengangkut barang selundupan.

Optimistis

Menjelang pemilu nasional Papua Nugini 2017, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi di negara itu masih relatif optimistis. Kendati demikian, Bank Dunia memberikan beberapa catatan risiko dan tantangan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi Papua Nugini.

Bank Dunia berpesan agar Papua Nugini mampu menjaga stabilitas ekonomi makro selama dan setelah pemilu. Kemampuan pemerintah Papua Nugini untuk menjaga status fiskal dan memastikan pelayanan publik terpenuhi juga turut menjadi perhatian.

Nilai tukar Kina terhadap dollar AS akan terus melemah seiring dengan melemahnya harga komoditi dunia yang diperkirakan akan terus berlangsung selama 2017. Sementara, sektor ekstraktif menjadi primadona Papua Nugini untuk menarik minat investor asing. **

 

Share this post