Pimpinan Caledonian Union menyesal serukan boikot pemilu

Pimpinan Caledonian Union menyesal serukan boikot pemilu
Daniel Goa, tokoh separatis./RNZI
Daniel Goa, tokoh separatis./RNZI

Noumea, Jubi – Pimpinan kelompok prokemerdekaan di Kaledonia Baru, Caledonian Union, menyesal telah menyerukan boikot pemilu parlemen Prancis. Penyesalan ini datang setelah mereka melihat hasil perolehan suara dalam pemilu parlemen yang dimenangkan secara mutlak oleh kubu antikemerdekaan di Kaledonia Baru.

Partai Caledonian Union menyerukan para pendukungnya untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu parlemen kemarin dengan alasan mereka hanya akan fokus pada persiapan referendum kemerdekaan tahun depan. Caledonian Union tak hanya kali ini menyerukan boikot pemilu, melainkan saat pemilu presiden lalu pun mereka menyerukan boikot.

Salah seorang pimpinan Caledonian Union yang juga dikenal sebagai tokoh separatis, Daniel Goa, sempat menyerukan untuk mendukung salah satu kandidat anggota parlemen dari kubu prokemerdekaan, Louis Mapou. Namun, hal itu Daniel lakukan hanya beberapa hari menjelang pencoblosan. Rupanya seruan itu tidak tersampaikan dan para pendukungnya sudah melakukan boikot pemilu.

Dua kursi jatah teritori dikuasai sepenuhnya oleh Caledonia Together yang menentang kemerdekaan teritori tersebut dari Prancis. Philippe Gomes, yang merupakan anggota parlemen petahana berhasil mempertahankan kursinya dengan mengalahkan kandidat dari kubu prokemerdekaan, Louis Mapou. Satu kursi lainnya dimenangkan oleh Menteri Anggaran, Philippe Dunoyer setelah mengalahkan Sonia Backes dari kubu antikemerdekaan, Partai Republik.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Nouvelles Caledoniennes, Goa mengatakan bahwa seruan boikot pemilu oleh kubu prokemerdekaan sangat salah. Akibatnya, sekarang kelompok prokemerdekaan tidak memiliki satu pun kursi di parlemen Paris.

Seruan mendukung Louis Mapou dinilai terlambat dan sulit mendongkrak raihan suara bagi Mapou. Perolehan suara Mapou mencapai 12.000 suara, sementara Philippe Gomes meraih 19.000 suara.

Karena seruan boikot, tingkat partisipasi politik pemilu di kota-kota yang dipimpin oleh walikota dari Caledonian Union sangat rendah. Bahkan, di Ouvea persentase orang tidak memilih sebesar 92 persen. **

Share this post

Post Comment