West Papua tetap masuk agenda Forum Pemimpin PIF September

Jayapura, Jubi – Fiame Naomi Mata’afa, yang memimpin Pertemuan Menteri-menteri Luar Negeri Pacific Islands Forum, yang juga Deputi Perdana Menteri Samoa, memastikan bahwa West Papua jadi topik pada Forum Pemimpin PIF ke-48 tahun ini di Samoa.

Menurut dia, seperti dikutip oleh fijitimes.com, Minggu (13/8/2017) agenda West Papua akan tetap jadi agenda yang akan dibicarakan pada pertemuan tersebut. Meskipun kawasan Pasifik terus memberikan perhatiannya atas persoalan pelanggaran HAM di West Papua tetapi, ujar Mata’afa tetap penting menjalin dialog berkelanjutan dengan Indonesia terkait masalah ini.

Pertemuan Para Pemimpin PIF ke-48 akan berlangsung dari tanggal 4-8 September 2017 di Apia, Samoa.

Serangkaian pertemuan yang mengawalinya antara lain Smaller Islands States Leaders Meeting (pada 4 September); Pacific ACP Leaders Meeting (pada 5 September); Pembukaan resmi pertemuan PIF ke-48 (pada 5 September); Dialog Para Pemimpin forum dengan Organisasi Masyarakat Sipil dan Sektor Swasta (pada 6 September); Sesi Pleno Forum bersama Anggota Berasosiasi dan Para Peninjau Forum serta Pertemuan Mitra Dialog (pada 7 September); ditutup dengan Forum Retreat Para Pemimpin (8 September).

Berdasarkan informasi dari situs resmi PIF, dalam rangka menyiapkan Pertemuan Para Pemimpin ke-48 tersebut, Forum Komite Resmi, dewan pemerintahan pada Sekretariat PIF, bertemu di Suva pada 8 dan 9 Agustus lalu. Sebelumnya, tanggal 7 Agustus, didahului oleh pertemuanSmaller Island States Officials Meeting pada 7 Agustus 2017 serta pertemuan para pejabat Afrika Karibia Pasifik (ACP). Sementara 11 Agustus lalu baru saja dituntaskan pertemuan Forum Menteri-menerti Luar Negeri di Suva, Fiji.

Hasil komunike perteman Para Pemimpin PIF tahun lalu di Pohnpei, Federated States of Micronesia 8-10 September 2016, terkait West Papua berbunyi: “para pemimpin mengakui sensitivitas politik isu West Papua (Papua) dan bersepakat isu dugaan pelanggaran HAM di West Papua (Papua) harus tetap ada dalam agenda. Para pemimpin juga bersepakat pentingnya sebuah dialog terbuka dan konstruktif dengan Indonesia terkait masalah itu.”(*)

Share this post

Post Comment