Vanuatu cari solusi permanen tanggulangi bencana alam

Evakuasi terakhir Pulau Ambae bulan September 2017 - Asia Pacific Report/DVU
Evakuasi terakhir Pulau Ambae bulan September 2017 – Asia Pacific Report/DVU

Ambae, Jubi – Vanuatu terus maju dengan rencananya untuk mengevakuasi Pulau Ambae, yang kedua kalinya dalam enam bulan terakhir, akibat gemuruh dan hujan abu vulkanik dari Gunung Berapi Lombenden di pusat pulau itu.

Delegasi pemerintah pusat yang terdiri dari Direktur Jenderal Kementerian Perubahan Iklim, Wakil Komisaris Jenderal Polisi, Direktur Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMO), Kepala Departemen Pemerintah Lokal (DLA), Pejabat Pelaksana Tugas Direktur Departemen Meteorologi dan Geologi Vanuatu, dan pejabat lainnya terbang ke Ambae, Jumat kemarin (20/4/2018).

Mereka berkonsultasi dengan Dewan Provinsi Penama, dan menyaksikan secara langsung dampak dari hujan abu di atas permukaan pulau itu, akibat aktivitas gunung berapi. Sekitar 11.000 orang tinggal di pulau itu.

Misi para delegasi itu ke Ambae menyusul deklarasi Dewan Menteri-Menteri Vanuatu, tentang keadaan darurat atas pulau itu dalam persiapan rencana operasi relokasi penduduk.

Setelah berdikusi dengan Dewan Provinsi Penama, mereka memutuskan untuk mematuhi keputusan Dewan Menteri, tentang deklarasikan keadaan darurat dan rencana yang sudah disusun oleh pemerintah, untuk memandu rencana evakuasi Ambae.

“Rencana operasi ini yakni tahap pertama persiapan dan implementasi program relokasi masyarakat, dari pulau yang terkena dampak ke zona aman. Kedua persiapan dan pelaksanaan relokasi keluar dari Pulau Ambae ke lokasi yang sudah ditentukan. Dan ketiga lokasi evakuasi permanen telah didapat dan direnovasi untuk hunian permanen,” kata Direktur Jenderal Kementerian Perubahan Iklim, Jesse Benjamin. (Asia Pacific Report)

Share this post