PM PNG undang beberapa pemimpin Pasifik

PM PNG undang beberapa pemimpin Pasifik
Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O Neill, disambut secara tradisional oleh Perdana Menteri Fiji, Voreqe Bainimarama, di Suva Senin kemarin (9/7/2018). - Fiji Times/RAMA
Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O Neill, disambut secara tradisional oleh Perdana Menteri Fiji, Voreqe Bainimarama, di Suva Senin kemarin (9/7/2018). – Fiji Times/RAMA

Suva, Jubi – Perdana Menteri Papua Nugini telah menyampaikan undangan dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk menghadiri pertemuannya dengan pemimpin-pemimpin Pasifik di Port Moresby sebelum konferensi KTT APEC, yang akan diadakan November, dimulai.

Undangan tersebut disampaikan oleh PM Peter O’Neill, ketika dia berbicara di depan Parlemen Nasional Fiji di Suva, Senin kemarin (9/7/2018).

PM O’Neill mengumumkan bahwa semua negara Pasifik yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok telah diundang.

“Undangan dari Presiden Xi Jinping ini diperuntukkan bagi negara-negara Pasifik, yang mengakui Kebijakan Satu Tiongkok. Dia telah meminta agar bisa bertemu dengan para Pemimpin Pasifik di Papua Nugini sebelum KTT Pemimpin-pemimpin APEC,” kata pemimpin PNG itu, yang merupakan kepala negara kedua yang pernah berbicara langsung di hadapan seluruh Parlemen Fiji.

Pada kesempatan yang sama, O’Neill mengundang rekan PM Fiji-nya, Voreqe Bainimarama, untuk menjadi salah satu pembicara utama pada KTT APEC di Port Moresby.

“Kami mengundang Perdana Menteri Fiji untuk menghadiri KTT APEC, di mana kami mengharapkan kehadiran hingga 9.000 delegasi. Kami melihat ini sebagai peluang yang besar bagi Pasifik untuk menunjukkan potensi dan kerentanan kita kepada Asia.”

“APEC adalah blok perdagangan global raksasa dengan anggotanya mencapai separuh dari perdagangan dan PDB dunia. Ini memberikan peluang besar bagi negara-negara Pasifik, terutama untuk Fiji dan PNG,” tutur PM O’Neill.

“Kita ingin agar Pasifik berpartisipasi secara aktif dalam forum ini, dan menyoroti persoalan-persoalan yang kita hadapi kepada rekan-rekan kita di Asia, sehingga mereka tahu bahwa ada komunitas besar di Samudra Pasifik besar tempat kita tinggal ini.”

“Kita ingin agar Pasifik juga bisa mendapatkan manfaat dari peluang-peluang yang dimiliki kawasan Asia. Negara-negara APEC, yang mewakili 21 negara dan mencakup AS, Tiongkok, Rusia, Kanada, Jepang, dll, telah meruntuhkan semua hambatan perdagangan di antara mereka, yang telah menyebabkan pertumbuhan dalam lapangan pekerjaan, ini adalah sesuatu yang dapat membawa keuntungan bagi Pasifik,” kata pemimpin PNG itu.

Pemimpin-pemimpin dunia dari 21 ekonomi paling kuat, yang merupakan anggota APEC akan bertemu di Port Moresby pada 18 November. (PINA)

Share this post