Vanuatu gunakan drone untuk layanan kesehatan

Perawat dari Rumah Sakit Melsisi Mini, berjalan di daerah pegunungan Pulau Pentecost, Vanuatu, untuk mengantarkan stok obat ke salah satu desa terpencil.

Port Vila – Dalam gebrakan pertama di seluruh dunia, Pemerintah Vanuatu telah memberikan kontrak komersial kepada dua perusahaan drone internasional, Swoop Aero dan Wingcopter, untuk menguji penggunaan drone dalam membawa vaksin penyelamat hidup bagi anak-anak yang tinggal di pulau-pulau terpencil di negara itu.

“Untuk memastikan pasokan obat di fasilitas kesehatan tersedia secara konsisten, adalah tantangan yang berkelanjutan bagi Vanuatu akibat hambatan geografi, logistik, dan biaya yang tinggi. Langkah penting untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat rentan, adalah dengan mencari cara-cara inovatif, seperti penggunaan drone,” kata Direktur Jenderal Departemen Kesehatan di Vanuatu, George Taleo.

Tahap pertama dari uji coba drone ini akan berlangsung selama minggu, 3-7 Desember mendatang, ketika dua perusahaan drone ini akan melakukan uji kelayakan pengiriman vaksin ke sejumlah area yang tidak dapat diakses.

“UNICEF bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Vanuatu dalam inisiatif yang sangat inovatif ini, untuk malukan uji coba drone agar digunakan untuk mengantarkan pasokan vaksin kepada anak-anak yang tinggal di komunitas terpencil,” kata Perwakilan UNICEF di Pasifik, Sheldon Yett.

“Tantangan-tantangan yang harus dihadapi untuk menjangkau anak-anak di pulau-pulau paling terpencil di Vanuatu itu sangat besar, perawat seringkali berjalan beberapa jam untuk mengantarkan vaksin ke klinik-klinik kesehatan di komunitas ini. Setiap anak di seluruh dunia memiliki hak untuk menerima vaksin dan teknologi ini, dan ini langkah yang tepat untuk menjangkau anak-anak yang paling berisiko,” tambahnya.

Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Pasifik, gugusan pulau dengan 83 pulau yang mencakup luas hingga 1.600 kilometer. Sekitar sepertiga dari pulau-pulau berpenghuni memiliki lapangan terbang dan jalan yang memadai, mendatangkan tantangan logistik yang cukup besar dalam menjangkau, melibatkan, dan memberikan layanan kepada komunitas-komunitas terpencil.

Fase kedua uji coba, yang akan mengangkut vaksin ke fasilitas kesehatan di tiga pulau kecil, Emao, Pele and Nguna, diharapkan akan dimulai pada awal Januari 2019. (Daily Post Vanuatu)

 

Sumber (Jubi)

Share this post