Puskesmas Kokonao Tutup, Dua Warga Meninggal Tanpa Dirawat

PUSKESMAS – Kondisi Puskesmas Kokonao di Distrik Mimika Barat./ Foto : DOK/HPr

Timika — Beberapa fasilitas sudah mulai rusak karena ditinggalkan petugas kesehatan. Obat-obat di Puskesmas pun sudah tidak ada

Puskesmas Kokonao di Distrik Mimika Barat dikabarkan dalam dua bulan terakhir ditutup tanpa pelayanan. Warga yang sakit tak lagi mendapatkan perawatan medis. Padahal pelayanan kesehatan merupakan hak dasar warga negara dan menjadi urusan wajib pemerintah.

“Kemarin dua warga meninggal karena sakit dan tidak dirawat, tidak ada petugas,” ungkap Kepala Distrik Mimika Barat, Christian P Warinussy SSos, saat dihubungi wartawan, Minggu (7/10).

Ironisnya, peristiwa memilukan dan memalukan itu terjadi disaat Kabupaten Mimika dalam sukacita menyambut Hari Ulang Tahun (HUIT) ke-22. Pelayanan kesehatan pun kerap disebut sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan oleh Pemkab Mimika saat ini.

Christian mengatakan, hal itu sudah dilaporkan secara lisan kepada Dinas Kesehatan (Dineks) Kabupaten Mimika, namun belum ditanggapi hingga saat ini. “Kami akan bikin surat ke Dinkes, tembusan ke Pak Sekda,” kata Christian.

Puskesmas Kokonao dibangun cukup besar dan bertipe perawatan. Sayangnya, sebut Christian, beberapa fasilitas sudah mulai rusak karena ditinggalkan petugas kesehatan. Obat-obat di Puskesmas pun sudah tidak ada. “Bulan kemarin (September) kami pemerintah distrik yang rujuk pasien ke Timika,” ungkapnya.

Keberadaan petugas merupakan prasyarat utama pembangunan kesehatan. Percuma bicara kejar target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan atau program lainnya jika Puskesmas masih dibiarkan kosong.

Kepala Dinkes Kabuoaten Mimika Alfred Douw saat dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan resmi kondisi Puskesmas Kokonao. Alfred malah tak percaya jika Puskesmas Kokonao tutup tanpa petugas. “Kalau Kepala Puskesmas tidak ada di tempat, itu mungkin. Di sana ada 80 lebih petugas, tidak mungkin Puskesmas kosong,” ujar Alfred.

Beberapa fasilitas sudah mulai rusak karena ditinggalkan petugas kesehatan. Obat-obat di Puskesmas pun sudah tidak ada

Puskesmas Kokonao di Distrik Mimika Barat dikabarkan dalam dua bulan terakhir ditutup tanpa pelayanan. Warga yang sakit tak lagi mendapatkan perawatan medis. Padahal pelayanan kesehatan merupakan hak dasar warga negara dan menjadi urusan wajib pemerintah.

“Kemarin dua warga meninggal karena sakit dan tidak dirawat, tidak ada petugas,” ungkap Kepala Distrik Mimika Barat, Christian P Warinussy SSos, saat dihubungi wartawan, Minggu (7/10).

Ironisnya, peristiwa memilukan dan memalukan itu terjadi disaat Kabupaten Mimika dalam sukacita menyambut Hari Ulang Tahun (HUIT) ke-22. Pelayanan kesehatan pun kerap disebut sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan oleh Pemkab Mimika saat ini.

Christian mengatakan, hal itu sudah dilaporkan secara lisan kepada Dinas Kesehatan (Dineks) Kabupaten Mimika, namun belum ditanggapi hingga saat ini. “Kami akan bikin surat ke Dinkes, tembusan ke Pak Sekda,” kata Christian.

Puskesmas Kokonao dibangun cukup besar dan bertipe perawatan. Sayangnya, sebut Christian, beberapa fasilitas sudah mulai rusak karena ditinggalkan petugas kesehatan. Obat-obat di Puskesmas pun sudah tidak ada. “Bulan kemarin (September) kami pemerintah distrik yang rujuk pasien ke Timika,” ungkapnya.

Keberadaan petugas merupakan prasyarat utama pembangunan kesehatan. Percuma bicara kejar target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan atau program lainnya jika Puskesmas masih dibiarkan kosong.

Kepala Dinkes Kabuoaten Mimika Alfred Douw saat dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan resmi kondisi Puskesmas Kokonao. Alfred malah tak percaya jika Puskesmas Kokonao tutup tanpa petugas. “Kalau Kepala Puskesmas tidak ada di tempat, itu mungkin. Di sana ada 80 lebih petugas, tidak mungkin Puskesmas kosong,” ujar Alfred.

 

Sumber: Harian Papua News

Share this post