Vanuatu masih pertahankan status Non-Blok

Vanuatu masih pertahankan status Non-Blok
Salah satu pesawat Forum Fisheries Agency yang baru ditempatkan di Samoa dan Kepala Komisi Polisi Samoa, Hans Joachim Keil. - RNZI
Salah satu pesawat Forum Fisheries Agency yang baru ditempatkan di Samoa dan Kepala Komisi Polisi Samoa, Hans Joachim Keil. – RNZI

Port Vila, Jubi – Dalam menanggapi laporan yang tidak habis-habisnya, mengenai rencana Australia membangun pangkalan di empat negara di Kepulauan Pasifik selama beberapa hari terakhir, Vanuatu dengan jelas kembali menegaskan status non-militernya.

Ketika ditanya apakah pernah ada diskusi antara Australia dan Vanuatu mengenai fasilitas militer apa pun, Menteri Luar Negeri Ralph Regenvanu mengkonfirmasi kembali kepada Daily Post bahwa “kami belum didekati dengan rencana ini”.

Menteri Regenvanu lalu menyatakan sekali lagi posisi kebijakan Vanuatu sejak dulu, “kami tetap menentang militerisasi apa pun di dalam perbatasan kami, dan menegaskan kembali komitmen kami terhadap status Non-Blok.”

Meskipun pengumuman di media Australia pada akhir pekan lalu mengumumkan bahwa “Australia telah menempatkan dan mengerahkan pesawat patroli maritim di Samoa dan Vanuatu untuk melakukan pengawasan”, Menteri Luar Negeri Ralph Regenvanu memberitahukan kepada Daily Post kemarin, bahwa tidak ada personel RAAF atau peralatan yang ditempatkan di sini.

Laporan pangkalan militer itu tampaknya berasal dari salah satu pengumuman, yang dilakukan di Forum Kepulauan Pasifik di Nauru awal bulan ini. Saat itu, Forum Fisheries Agency (Forum Badan Perikanan Kepulauan Pasifik; FFA) mengumumkan meluasnya kemampuan pengawasan udara di Pasifik, berkat penambahan dua pesawat King Air B200 di Vanuatu dan Samoa.

Pesawat itu didanai oleh Kementerian Pertahanan Australia, tetapi mereka tidak membawa persenjataan sama sekali, dan keduanya menggunakan nama dan logo FFA sebagai penanda . Kantor Komisi Tinggi Australia, juga mengklarifikasi bahwa tidak ada personel RAAF yang akan terlibat dalam pengoperasian atau pemeliharaan pesawat, yang akan ditempatkan di Vanuatu.

Pesawat-pesawat ini berisi peralatan pengintaian canggih, yang tentu saja dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Kedua Pesawat adalah bagian dari program senilai AU $ 10 juta, yang dialokasikan untuk menyediakan bantuan pengawasan udara, dalam memerangi penangkapan ikan ilegal di Pasifik. (Daily Post)

Share this post