Menteri Inggris Lord Ahmad of Wimbledon Datang ke Indonesia, Ini Agendanya

Jakarta – Menteri Negara Inggris untuk negara-negara persemakmuran dan PBB, Lord (Tariq) Ahmad of Wimbledon, telah memulai kunjungannya ke Indonesia selama dua hari.

Lord Ahmad akan tiba di Jakarta, usai menghadiri konferensi “Our Oceans” yang diselenggarakan pada 29-30 Oktober 2018 di Bali.

Menurut keterangan dari Kedutaan Besar Inggris yang diterima oleh Liputan6.com pada Senin (29/10/2018), Lord Ahmad dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

Ia juga akan memandu diskusi tentang hubungan antar agama, mengunjungi sekolah Islam dan bertatap muka dengan para pakar kontra terorisme.

Dalam keterangannya, Lord Ahmad mengemukakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang dinamis dan kaya akan keberagaman.

“Sebagai yang terdepan di kawasannya, Indonesia tengah mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat dan akan memiliki peran yang semakin berpengaruh di Abad ke-21,” katanya.

Sebagai Utusan Khusus Perdana Menteri Inggris untuk bidang Kebebasan Beragama, ia yakin akan pentingnya memperkuat kebebasan beragama, serta saling menghargai dan memahami satu sama lain.

“Agar demokrasi dapat berfungsi secara efektif, sangatlah penting bagi kelompok minoritas untuk memiliki hak memperoleh perlindungan. Indonesia adalah rumah bagi umat Muslim dan banyak yang memandang Indonesia sebagai contoh yang dapat diikuti,” tutur Lord Ahmad.

“Saya sangat senang berkunjung ke Indonesia, berharap dapat  berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para pemimpin agama, mahasiswa, serta para pakar terkait. Saya berharap kunjungan ini dapat membantu mempererat hubungan Inggris dan Indonesia,” pungkasnya.

Lord Ahmad dijadwalkan berkunjung ke SMA Muhammadiyah III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 30 Oktober 2018, setelah dari Bali. Kunjungan sekolah ini adalah bagian dari Council’s Connecting School’s Initiative yang diluncurkan pada awal 2019.

Setelah kunjungan Universitas Birmingham (Inggris) ke SMP Muhammadiyah awal tahun ini, SMP dan SMA Muhammadiyah 3 dianggap mengambil bagian dalam program tersebut dan dewan Birmingham yang akan menghubungkan sekolah-sekolah terpilih di Indonesia dengan sekolah-sekolah di Birmingham.

Nantinya, sekolah-sekolah tersebut akan melakukan beragam kegiatan, seperti proyek online dan pertukaran bahan ajar.

 

Sumber (Liputan6)

Share this post