Home Uncategorized Pertemuan menteri keamanan MSG, strategi sub-regional topik utama

Pertemuan menteri keamanan MSG, strategi sub-regional topik utama

by melanin
0 comment
Direktur Jenderal MSG, Amena Yauvoli, dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Fiji, Ratu Inoke Kubuabola, Pertemuan Strategi Keamanan Regional, Regional Security Strategy (RSS), MSG ke-2 di Hotel Tanoa International di Nadi pagi kemarin (26/7/2018). - Fiji Times/ Baljeet Singh
Direktur Jenderal MSG, Amena Yauvoli, dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Fiji, Ratu Inoke Kubuabola, Pertemuan Strategi Keamanan Regional, Regional Security Strategy (RSS), MSG ke-2 di Hotel Tanoa International di Nadi pagi kemarin (26/7/2018). - Fiji Times/ Baljeet Singh

Direktur Jenderal MSG, Amena Yauvoli, dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Fiji, Ratu Inoke Kubuabola, Pertemuan Strategi Keamanan Regional, Regional Security Strategy (RSS), MSG ke-2 di Hotel Tanoa International di Nadi pagi kemarin (26/7/2018). – Fiji Times/ Baljeet Singh

Nadi, Jubi Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Fiji, Ratu Inoke Kubuabola, telah meminta para pemimpin Melanesia, untuk mengatasi dengan tepat dan sigap semua ancaman internal dan eksternal, yang dapat bereskalasi menjadi isu-isu yang lebih besar.

Ratu Inoke mengemukakan hal ini dalam pembukaan pertemuan Strategi Keamanan Regional (RSS) MSG ke-2, di Hotel Tanoa International di Nadi pagi kemarin (26/7/2018), seraya menggarisbawahi pesatnya pembangunan dan banyaknya sumber daya sub regional yang tersedia di negara-negara Melanesia.

“Dalam upaya untuk meningkat dan memperkuat kerja sama sub regionalisme, kita telah menjadi lebih rentan terhadap berbagai ancaman keamanan internal dan eksternal, karena lokasi kita yang merupakan pintu gerbang ke Asia dan Pasifik; dan jika ancaman-ancaman ini tidak ditangani dengan tepat, mereka dapat meningkat menjadi masalah yang jauh lebih besar,” menurut Ratu Inoke.

Ancaman atau masalah keamanan kompleks dan multifaset yang dimaksud oleh Ratu Inoke, termasuk penangkapan ikan yang ilegal, tidak diatur, dan tidak dilaporkan (illegal, unreported, unregulated/IUU fishing), kejahatan terorganisasi transnasional, penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, keamanan dunia maya, perubahan iklim, serta ancaman-ancaman non-tradisional lainnya.

“Tantangan yang terus berkembang seperti ini perlu ditangani dengan upaya kolaboratif bersama, dan oleh karena itu sebuah dokumen yang menyeluruh untuk mengatasi masalah ini diperlukan di dalam RSS.”

Ratu Inoke menerangkan setiap negara anggota MSG, juga dalam proses menyusun strategi keamanan nasional mereka masing-masing. Proses setiap negara ini akan melengkapi penyusunan RSS saat ini.

Pertemuan dua hari itu dihadiri oleh delegasi dari Fiji, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Indonesia, semuanya negara yang akan bekerja sama dalam mengembangkan strategi keamanan kolaboratif wilayah MSG. Namun, pertemuan itu tidak dihadiri delegasi dari Papua Nugini.

Sementara itu, MSG berencana untuk mengerahkan satu unit polisi, yang terdiri dari 30 personel dari negara-negara anggotanya untuk membantu polisi nasional PNG, Royal Papua New Guinea Constabulary, selama KTT APEC November mendatang. (Fiji Times)

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MELANESIA.news

News updates from Melanesian Archipelago and her peoples: direct, open, and as they happen, first-hand from across West Papua, Papua New Guinea, Solomon Islands, Fiji, Vanuatu and Kanaky.

Newsletter

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Laest News

@2021 – All Right Reserved. Designed and Developed by PenciDesign