Home West Papua Bupati Abock: Jangan Lagi Ada Pembunuhan di Yahukimo

Bupati Abock: Jangan Lagi Ada Pembunuhan di Yahukimo

by melanin
0 comment

Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Kedua Kepala Suku dan Mengetahui Bupati dan Wakil Bupati (10/10/2018-Ruland Kabak-SP)

DEKAI –  “Jangan lagi ada pembunuhan di Yahukimo,” penegasan ini disampaikan Bupati Kabupaten Yahukimo Abock Busup pada  pertemuan sekaligus penandatanganan surat pernyataan untuk hentikan perang.

yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Yahukimo akibat konflik yang dilakukan oleh kedua Distrik, Distrik Sella dan Distrik Amuma mengakibatkan memakan korban nyawa manusia dan rumah warga.

Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Rabu, (10/10/2018) di Aula Kediaman Bupati Kabupaten Yahukimo, Dekai yang dihadiri Wakil Bupati, Kapolres, Dandaramil,  Ketua I DPRD, Ketua  PGGY, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh OPD  di lingkungan Kabupaten Yahukimo.

Abock Busup Menegaskan, setelah menandatangani surat pernyataan oleh kedua pihak, tidak ada lagi yang melakukan pembunuhan di kabupaten yahukimo. Yang melakukan pembunuhan akan diserahkan kepada pihak yang berwajib dan dilakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tabrakan dan selingkuhan selalau menjadi persalan yang berujung pada saling serang antar distrik, suku dan wilayah. Tidak boleh lagi ada konflik,” tegas Busup.

Abock menjelaskan, kejadian ini terjadi antar warga dari dua distrik, namun membuat suku dan wilayah lain kena. Untuk itu, penyelesaiannya terus diupayakan bersama dan menghimbai masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu murahan yang banyak beredar.

Wakil Bupati, Yulianus Heluka meminta agar semua mahasiswa dan intelektual yang ada di Yahukimo untuk melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masayrakat di setiap kampus.

“Sudah cukup banyak korban jadi kita harus hentikan. Jangan besar-besarkan isu lagi. Berbagai kasus yang terjadi selama ini bisa kami selesaikan perlahan bersama kepolisian,” katanya.

 Ketua PGGY, Atias Matuan mengatakan, kebiasaan untuk membunuh orang harus tinggalkan semua di kampung. Ini kabupaten hasil penginjilan jadi jangan lagi ada pembunuhan seperti yang sudah terjadi sebelum-sbeelumnya.

 “Undang-undang Allah bahwa jangan membunuh oleh karena itu sebagai orang percaya kami sama-sama menjaga kabupaten ini dengan baik”, kata Matuan.

Atias berharap, pemerintah dan keamanan supaya tertibkan semua tempat-tempat judi,togel,supaya masyarakat bisa lepaskan semua itu dan tertibkan di organisasi gereja supaya untuk kedepannya tidak ada,pencurian,persinahan dan ujung-ujungnya ada pembunuhan.

 

Sumber: (Suara Papua)

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MELANESIA.news

News updates from Melanesian Archipelago and her peoples: direct, open, and as they happen, first-hand from across West Papua, Papua New Guinea, Solomon Islands, Fiji, Vanuatu and Kanaky.

Newsletter

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Laest News

@2021 – All Right Reserved. Designed and Developed by PenciDesign