Home West Papua ULMWP: Rakyat West Papua Siap Bernegara Sendiri

ULMWP: Rakyat West Papua Siap Bernegara Sendiri

by melanin
0 comment

๐—จ๐—ก๐—œ๐—ง๐—˜๐—— ๐—Ÿ๐—œ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ง๐—œ๐—ข๐—ก ๐— ๐—ข๐—ฉ๐—˜๐— ๐—˜๐—ก๐—ง ๐—™๐—ข๐—ฅ ๐—ช๐—˜๐—ฆ๐—ง ๐—ฃ๐—”๐—ฃ๐—จ๐—” (๐—จ๐—Ÿ๐— ๐—ช๐—ฃ)
๐—ž๐—ข๐— ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—ง๐—œ๐—™

๐‘ท๐’†๐’“๐’” ๐‘น๐’†๐’๐’†๐’‚๐’”๐’†

โ€œ๐—ฅ๐—”๐—ž๐—ฌ๐—”๐—ง ๐—ช๐—˜๐—ฆ๐—ง ๐—ฃ๐—”๐—ฃ๐—จ๐—” ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฃ ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ก๐—˜๐—š๐—”๐—ฅ๐—”โ€

Sebagaimana yang kita ketahui tentang dinamika Sosial Politik, Hukum dan HAM di Papua. Misalnya beberapa peristiwa telah terjadi:

๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข; Ujaran Rasis yang menimbulkan Demontrasi besar-besaran yang berakibat pada perusakan fasilitas umum, jatuhnya korban dan penangkapan-penangkapan terhadap rakyat Papua.

๐˜’๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข; Ada Penolakan terhadap Otonomi Khusus Jilid III yang datangnya dari kalangan Pemuda, Mahasiswa dan Rakyat Papua.

๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข; Pelanggaran HAM, salah satu contonya penembakan terhadap pendeta Yeremias Zanambani di Intan Jaya. Keempat, Operasi-operasi Militer di beberapa daerah di Papua, Timika, Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Nduga, dll.

Seluruh dinamika tersebut di atas menjadi perhatian banyak pihak, baik itu dari Pemerintah Provinsi Papua, Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pihak tokoh Agama, Aktivis HAM dan Pro Demokrasi. Berbagai bentuk penyelesaian / solusi juga telah ditawarkan. Misalnya oleh Pihak Agama Menawarkan Dialog. Di kalangan Pemuda, Mahasiswa dan Rakyat Papua sendiri untuk saat ini, Penolakan Otonomi Khusus jilid II menjadi wacana yang terus disuarakan melalui Demontrasi di beberapa kota/kabupaten dan deklarasi penggalangan Petisi Rakyat Papua (PRP). Tuntutan mereka hanya satu, yaitu REFERENDUM sebagai Solusi Demokratis bagi Bangsa Papua. Sementara itu di tingkatan pemerintah Indonesia (Pusat) sedang mengupayakan perpanjangan Otonomi Khusus (Revisi) dan Pemekaran Provinsi di Papua tanpa mendengar langsung aspirasi rakyat Papua. Padahal, Majelis Rakyat Papua (MRP dan MRPB) saat ini sedang menggalang aspirasi rakyat Papua melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Untuk Penyelesaian Kasus Penembakan di Intan Jaya terhadap Pendeta Yeremia Zanambani, Pemerintah Indonesia juga telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Di pihak Papua, Pansus Kemanusiaan juga dibentuk dengan tujuan yang sama, yaitu Mencari Fakta Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.

Pada 29 September 2020, secara paksa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Barat. Dan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres) Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Pemerintah Indonesia telah membentuk Tim Koordinasi Terpadu komposisinya terdiri dari Wakil Presiden dan 4 Menteri Koordinator

Kami United Liberation Movement for West Papua melalui Komite Legislatif telah melihat dan mendengar beberapa dinamika, antara lain:

  1. Sikap Pemuda, Mahasiswa dan Rakyat Papua menolak Otsus dan Menuntut Referendum;
  2. Sikap Dewan Gereja Papua Menolak Otonomi Khusus dan Mendorong Dialog antara ULMWP dan Indonesia;
  3. Sikap 57 Pastor Pribumi Papua Menolak Otsus dan Menyuarakan Referendum;
  4. Desakan Pasific Island Forum mendorong penyelesaian Pelanggaran HAM di Papua dan menyerukan misi HAM PBB berkunjung ke Papua;
  5. Sikap Pemerintah Indonesia Memperpanjang Otsus, Pemekaran dan membentuk TGPF serta mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

United Liberation Movement for West Papua sebagai lembaga politik yang menerapkan Prinsip Trias Political menjalankan amanat Perjuangan Bangsa Papua sedang mengikuti semua dinamika tersebut di atas. Maka dengan melihat seluruh dinamika itu, ULMWP melalui Komite Legislatif akan menggelar telah menggelar Sidang Tahunan ke III Tahun 2020 pada, 14 -17 Oktober 2020, di Port Numbay, West Papua. Dalam Sidang Tahunan ke III Komite Legislatif ULMWP membuka session โ€œHearing Publik: Menuju Hak Penentuan Nasib Sendiri, guna menyerap seluruh aspirasi rakyat Papua. Session bertujuan: (1) Membuka Ruang Demokrasi bagi Rakyat bangsa Papua, (2) Mengkonsolidasi Aspirasi Bangsa Papua, (3). Mengakomodir Aspirasi Rakyat bangsa Papua.

Dengan menggelar Hearing Publik: Menuju Hak Penentuan Nasib Sendiri, Rakyat Bangsa Papua mendapatkan kesempatan yang wajar untuk mengungkapkan aspirasi mereka secara terbuka, jujur, adil dan damai. ULMWP Bersama Rakyat Papua memprakarsai Penyelesaian Konflik Status Politik Bangsa Papua sesuai dengan Aspirasi Rakyat bangsa Papua serta Merumuskan dan Menetapkan Sikap Politik Bangsa Papua.
Pada kesempatan Sidang Tahunan ke III Komite Legislatif ULMWP Tahun 2020, 14 -17 Oktober 2020, Rakyat bangsa Papua dari berbagai komponen telah menyampaikan pandangan Politik; Menolak Otonomi Khusus, Menuntut Referendum Kemerdekaan bagi Bangsa Papua.

Oleh karena itu, pada kesempatan itu, ULMWP melalui Komite Legislatif, menyatakan Sikap Politik:

[๐Ÿ]. ๐Œ๐ž๐ง๐ž๐ซ๐ข๐ฆ๐š ๐๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ง๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐  ๐’๐ข๐ค๐š๐ฉ ๐๐จ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐‘๐š๐ค๐ฒ๐š๐ญ ๐๐š๐ง๐ ๐ฌ๐š ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐š ๐๐š๐ซ๐š๐ญ ๐Œ๐ž๐ง๐จ๐ฅ๐š๐ค ๐”๐ง๐๐š๐ง๐ -๐”๐ง๐๐š๐ง๐  ๐๐จ๐ฆ๐จ๐ซ ๐Ÿ๐Ÿ ๐“๐š๐ก๐ฎ๐ง ๐Ÿ๐ŸŽ๐ŸŽ๐Ÿ ๐“๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐  ๐Ž๐ญ๐จ๐ง๐จ๐ฆ๐ข ๐Š๐ก๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฌ ๐๐ซ๐จ๐ฏ๐ข๐ง๐ฌ๐ข ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐š ๐๐š๐ง ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐š ๐๐š๐ซ๐š๐ญ;

[๐Ÿ]. ๐Š๐จ๐ฆ๐ข๐ญ๐ž ๐‹๐ž๐ ๐ข๐ฌ๐ฅ๐š๐ญ๐ข๐Ÿ ๐”๐‹๐Œ๐–๐ ๐Œ๐ž๐ง๐ž๐ซ๐ข๐ฆ๐š ๐€๐ฌ๐ฉ๐ข๐ซ๐š๐ฌ๐ข ๐‘๐ž๐Ÿ๐ž๐ซ๐ž๐ง๐๐ฎ๐ฆ ๐”๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐Š๐ž๐ฆ๐ž๐ซ๐๐ž๐ค๐š๐š๐ง ๐๐š๐ง๐ ๐ฌ๐š ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐š;

[๐Ÿ‘]. ๐Œ๐ž๐ฅ๐š๐ฅ๐ฎ๐ข ๐’๐ข๐๐š๐ง๐  ๐“๐š๐ก๐ฎ๐ง๐š๐ง ๐Š๐จ๐ฆ๐ข๐ญ๐ž ๐‹๐ž๐ ๐ข๐ฌ๐ฅ๐š๐ญ๐ข๐Ÿ ๐”๐‹๐Œ๐–๐ ๐Š๐ž ๐ˆ๐ˆ๐ˆ ๐“๐š๐ก๐ฎ๐ง ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐ŸŽ –

๐Ÿ‘.๐Ÿ. ๐‹๐ž๐ ๐ข๐ฌ๐ฅ๐š๐ญ๐ข๐Ÿ ๐”๐‹๐Œ๐–๐ ๐Œ๐ž๐ง๐ -๐ฎ๐ฉ๐ ๐ซ๐š๐๐ž (๐Œ๐ž๐ง๐ข๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ๐ค๐š๐ง) ๐’๐ญ๐š๐ญ๐ฎ๐ฌ ๐๐จ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐๐š๐ง๐‡๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ ๐”๐๐ˆ๐“๐„๐ƒ ๐‹๐ˆ๐๐„๐‘๐€๐“๐ˆ๐Ž๐ ๐Œ๐Ž๐•๐„๐Œ๐„๐๐“ ๐…๐Ž๐‘ ๐–๐„๐’๐“ ๐๐€๐๐”๐€ (๐”๐‹๐Œ๐–๐).

๐Ÿ‘.๐Ÿ. ๐Œ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ๐ฅ๐š๐ค๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐”๐ง๐๐š๐ง๐ -๐”๐ง๐๐š๐ง๐  ๐ƒ๐š๐ฌ๐š๐ซ ๐’๐ž๐ฆ๐ž๐ง๐ญ๐š๐ซ๐š (๐”๐”๐ƒ๐’) ๐๐ข๐ฐ๐ข๐ฅ๐š๐ฒ๐š๐ก ๐ญ๐ž๐ซ๐ซ๐ข๐ญ๐จ๐ซ๐ข๐š๐ฅ ๐–๐ž๐ฌ๐ญ ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐š.


๐™‹๐™ค๐™ง๐™ฉ ๐™‰๐™ช๐™ข๐™—๐™–๐™ฎ, ๐™’๐™š๐™จ๐™ฉ ๐™‹๐™–๐™ฅ๐™ช๐™– 20 Oktober 2020
๐—จ๐—ก๐—œ๐—ง๐—˜๐—— ๐—Ÿ๐—œ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ง๐—œ๐—ข๐—ก ๐— ๐—ข๐—ฉ๐—˜๐— ๐—˜๐—ก๐—ง
๐—™๐—ข๐—ฅ ๐—ช๐—˜๐—ฆ๐—ง ๐—ฃ๐—”๐—ฃ๐—จ๐—” (๐—จ๐—Ÿ๐— ๐—ช๐—ฃ) – ๐—ž๐—ข๐— ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—ง๐—œ๐—™
๐—˜๐——๐—œ๐—ฆ๐—ข๐—ก ๐—ž. ๐—ช๐—”๐—ฅ๐—ข๐— ๐—œ ๐—ž๐—˜๐—ง๐—จ๐—”

WestPapua #TolakUUOtsus #Referendum #PapuaMerdeka #FreeWestPapua #WP4MSG #BravoULMWP #RepublicOfWestPapua #NegaraRepublikWestPapua

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MELANESIA.news

News updates from Melanesian Archipelago and her peoples: direct, open, and as they happen, first-hand from across West Papua, Papua New Guinea, Solomon Islands, Fiji, Vanuatu and Kanaky.

Newsletter

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Laest News

@2021 – All Right Reserved. Designed and Developed by PenciDesign